250 Ribu Warga Jateng Belum Mampu Berbahasa Indonesia Dengan Baik

MEMBERIKAN MATERI : Dr Tirto Suwondo, M.Hum saat memberikan materi pada Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Hotel Pesonna Kota Tegal.
Ditengah-tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini ternyata tidak selalu dibarengi dengan kemampuan SDM yang harus menyesuaikannya. Tercatat sekitar 250 ribu warga di Jawa Tengah hingga sampai saat ini belum mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. 

Kebanyakan mereka ini merupakan warga Jateng usia senja. Demikian disampaikan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dr Tirto Suwondo, M.Hum saat memberikan materi pada Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Hotel Pesonna, kemarin.

Menurut Tirto, secara kemampuan daya tangkap terhadap Bahasa Indonesia, rata-rata mereka mengerti dan paham. Namun hanya saja, ketika akan berucap atau berkomunikasi dengan lawan bicara dengan berbahasa Indonesia, mereka kesulitan atau belum sepenuhnya baik dan benar.

"Padahal bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah. Sebab, dalam kamus bahasa Indonesia tercatat hanya ada 110 ribu kosakata,"katanya. 

Menurut Tirto, ditengah-tengah perkembangan zaman dan teknologi saat ini justru penggunaan bahasa Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak yang digunakan bercampur dengan bahasa asing, bahasa gaul yang kebanyakan digunakan oleh kalangan anak muda. 

"Begitu pula dengan penggunaan merek dan nama usaha, lebih banyak pelaku usaha justru memilih dengan menggunakan kata-kata dari bahasa asing,"terangnya.

Tirto mengatakan sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita menjunjung tinggi bahasanm sendiri. Namun terkadang orang lebih suka mengkesampingkan bahasa Indonesia karena ingin nama usahanya menarik, ingin dianggap lebih modern dan alasan lainnya. 

"Inilah yang patut dipahami masyarakat, semakin berkembang justru bahasa Indonesia semakin tersingkirkan,"tandasnya

Tirto menambahkan, itulah mengapa perlu adanya kesadaran dari masyarakat sebagai warga negara Indonesia. Tentu bukan hanya menjadi tugas Balai Bahasa saja untuk memberikan pemahaman tentang bahasa Indonesia tetapi perlu didukung peran serta dari masyarakat. (mahesa)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "250 Ribu Warga Jateng Belum Mampu Berbahasa Indonesia Dengan Baik"

Posting Komentar