Mahasiswa Demo Pemerintahan Kota Tegal - Terkait Kasus Korupsi Walikota Tegal

UNJUK RASA : Puluhan mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang Balai Kota Tegal.

KOTA TEGAL - Sekitar 50 mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang Balai Kota Tegal, Jumat (8/9). Hal itu dilakukan terkait kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Tegal. Mereka mendesak agar dilakukan revolusi total terhadap Pemerintahan Kota Tegal. 


Dalam aksi tersebut, mahasiswa selain membawa berbagai poster yang berisi kecaman, mereka juga silih berganti menyampaikan orasi. Unjuk rasa sempat memanas dan sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian ketika mahasiswa mencoba merangsek untuk bisa masuk ke kompleks Balai Kota Tegal. Oleh aparat keamanan, mereka akhirnya dipersilahkan masuk secara perwakilan untuk bertemu dengan Plt Kesbangpolinmas, Cipto Darsono. 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPS, Wisma Wiranata menyampaikan, kedatangan mahasiswa ke Balai Kota Tegal karena merasa prihatin dengan kondisi carut marutnya pemerintahan yang selama ini terjadi. Sudah dua kali Walikota Tegal ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi. Oleh karena itu, mahasiswa melakukan kajian terhadap kejadian tersebut serta melakukan aksi. "Ini membuktikan seluruh jajaran Pemerintahan Kota Tegal, baik eksekutif dan legislatif bobrok," tegasnya. 

Dia memperkirakan, dalam persoalan tersebut tidak mungkin Wali Kota bisa menjalankan aksi korupsinya sendirian. Dengan demikian, sudah saatnya bersihkan Kota Tegal dari para garong uang rakyat. "Hentikan semua praktik jual beli jabatan, jual beli proyek dan manipulasi pendapatan daerah," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu para mahasiswa juga menyerukan agar segera dilakukan audit Pemerintahan Kota Tegal secara menyeluruh dengan melibatkan aparat penegak hukum. Selain itu, meminta hasil audit untuk disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. "Hukum dan miskinkan semua yang terlibat praktik jual beli jabatan, jual beli proyek dan manipulasi pendapatan daerah serta semua aktivitas yang merusak dan merugikan," paparnya. 

Wira meminta kepada Plt Walikota Tegal, Nursholeh untuk menggelar audiensi dengan mahasiswa. Yakni, agar revolusi mental aparat pemerintahan bisa dilaksanakan secara menyeluruh, baik eksekutif maupun legislatif serta melaksanakan sistem pemerintahan yang bersih (good governance). Plt Wali Kota wajib melaksanakan pemerintahan sesuai dengan pembatasan kekuasaan yang sudah ditetapkan oleh undang-undang. Semua butuh transparansi dan diketahui oleh rakyat. Apabila tidak dilakukan maka mahasiswa akan menggelar aksi secara besar-besaran dan melibatkan berbagai unsur dari masyarakat. Kami berharap Kota Tegal menjadi baik. Adanya oknum yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat sangat menyakiti hati nurani mahasiswa dan rakyat," tegasnya. (wh)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Demo Pemerintahan Kota Tegal - Terkait Kasus Korupsi Walikota Tegal"

Posting Komentar