Kecewa,  Proyek Pagar Makam Berkualitas Jelek

TEGAL - Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal,  Untung Purwadi mengaku kecewa terhadap proyek pembangunan pagar keliling makam Mbah Talan, RW 3 Kelurahan Cabawan,  Kecamatan Margadana,  Kota Tegal.  Diduga karena kualitas bangunan jelek,  proyek senilai sekitar Rp 190 juta dari APBD Kota Tegal Tahun 2015 lalu itu kini rusak parah. Bahkan,  baru selesai sebulan dikerjakan,  di sejumlah titik pagar mulai miring dan ambruk, hingga kini dibiarkan terbengkalai.



Hal itu terungkap saat Untung Purwadi melakukan inspeksi mendadak terhadap kondisi bangunan, menyusul keluhan masyarakat di sekitar makam, Kamis (19/10). "Saya sangat kecewa dengan kualitas bangunan pagar ini,  lihat saja dari bekas ambruknya tembok pagar ini. Dari pengakuan warga,  pagar ini ambruk sebulan setelah selesai dikerjakan, " tandasnya.

Dia memgungkapkan,  bangunan tembok pagar ambruk sepanjang sekitar 17 meter di sisi sebelah timur.  Selain itu,  ada sekitar 15 meter pagar yang kondisinya miring dan terpaksa disangga balok kayu.  "Kalau balok kayu ini dilepas,  pagar pasti ambruk lagi, " keluhnya. 

Dari hasil cek lapangan,  lanjut dia,  kondisi penulangan pagar diduga tidak sesuai standar. Hal itu diketahui daei jarak ring penulangan yang terlalu lebar. Kemudian,  cor untuk pondasi dan adukan semen pasir juga diduga tidak sesuai spesifikasi serta standar yang ditetapkan.  Ironisnya lagi,  tembok itu ambruk sebulan setelah selesai dikerjakan,  itu berarti masih dalam waktu pemeliharaan. Namun kenyataannya tidak ada proses pemeliharaan dan kerusakan dibiarkab hingga kini.  "Kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum turun untuk mengecek ke lapangan bersama komisi terkait,  sekaligus mencocokan RAB,  RAP dengan kondiri ril di lapangan. Ini karena diduga ada ketidakberesan dalam pelaksaaan di lapangan, " ungkapnya. 

Sementara,  Nasori (43) salah seorang warga di sekitar makam Mbah Talan menuturkan,  proyek itu mulai dikerjakan pada September tahun 2015 lalu. Namun,  sekitar sebulan selesai,  tembok pagar bagian timur ambruk. Meski sudah disampaikan ke pelaksana, tetapi sampai sekarang tidak ada perbaikan. "Kalau kami melihat, bangunan tembok ini ambruk karena diduga kualitasnya tidak baik. Campuran semen pasirnya saja saya pegang ambrol, " tururnya. 

Indikasi itu,  kata dia,  terlihat saat proses pembangunan. Saat itu, dirinya dan beberapa warga sekitar sempat ditawari oleh pekerja proyek untuk membeli semen di proyek tersebut. Alasanya,  semen dijual karena belum mendapatkan uang makan. "Saya sendiri juga ditawari untuk membeli semen proyek,  harganya juga sangat murah karena dipasaran harga saat itu Rp 62.000 tapi hanya dijual Rp 50.000 per sak. Namun,  saya tidak mau. Kami meminta proyek ini diusut dan diperbaiki kerusakannya," papar dia.  (bb-07)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kecewa,  Proyek Pagar Makam Berkualitas Jelek"

Posting Komentar