KPUD Brebes Bongkar Dugaan Kecurangan Parpol Saat Pendaftaran

BREBES - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Kabupaten Brebes berhasil membongkar terjadinya dugaan praktik kecurangan partai politik (Parpol)  saat melakukan pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu Legislatif.  Diketahui, salah satu parpol yang mendaftar melakukan pencatutan nama orang dari foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)  untuk dimasukan sebagai anggota partainya.

Bahkan,  nama-nama yang dicatut itu diketahui merupakan pegawai negeri sipil (PNS)  aktif di Pemkab Brebes,  dokter dan pensiunan PNS.  Parahnya lagi, nama seorang anggota Komisiomer KPUD Brebes juga ikut dicatut. Yakni,  Ahmad Hanfan SE.

Ketua KPUD Kabupaten Brebes, M Riza Pahlevi, Kamis (19/10) mengungkapkan,  terkuaknya kasus itu berawal saat petugas KPUD melakukan pemeriksaan administrasi dari berkas-berkas dokumen pendaftaran parpol. Saat melakukan kroscek terhadap nama dan identitas keanggotaan parpol, ditemukan ada satu nama anggota KPUD yang masuk dalam daftar.  Tak hanya itu,  pihaknya juga menemukan sejumlah nama PNS aktif masuk  dan dokter dalam daftar keanggotaan parpol.  Atas temuan itu,  pihaknya langsung meminta klarifikasi kepada pengurus parpol bersangkutan.  "Dugaan ini kami temukan diberkas pendaftaran salah satu parpol. Setelah kami kroscek juga terhadap nama yang muncul, yang tidak merasa menjadi anggota maupun pengurus dan hanya namanya dicatut," ungkapnya.

Dari hasil klarifikasi terhadap pengurus Parpol, lanjut dia, diketahui foto kopi KTP itu diperoleh dari suatu instansi pemerintah. Yakni, pihak parpol meminta bantuan orang dalam lembaga yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat itu untuk mendapatkan foto kopi KTP dari bekas warga yang mengurus pelayanan. "Pengakuan dari pengurus parpol ini diperoleh dari Kantor Samsat Brebes. Entah dari orang dalam atau meminta bekas foto kopi dari kantor itu. Di sana (Samsat-red) kan ada toko foto kopi," terangnya.

Tindakan pengurus parpol itu, kata dia, sangat disayangkan karena jelas telah melanggar aturan. Tindaka tersebut sudah termasuk mencatun nama orang untuk masuk menjadi anggota partainya. Apalagi, yang dicatut itu anggota KPUD, PNS dan dokter PNS. "Kami saat ini baru menemukan satu parpol, yakni Partai Bulan dan Bintang, yang melakukan pencatutan nama orang ini. Setelah kami cek lagi, ternyata PBB ini tidak lolos ditingkat pusat, sehingga kami tidak menindaklanjutinya," lanjut Riza.

Satu PNS yang namanya juga dicatut di keanggotaan partai PBB, Lusiana Indira Isni, satu nama PNS namanya juga dicatut di keanggotaan partai PBB mengatakan, pihaknya sudah klarifikasi ke KPUD jika dirinya tidak pernah menjadi anggota partai, dan itu merupakan pencatutan nama. Atas kejadian itu, juga berdampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga atau instansi layanan publik yang mewajibkan menyerahkan foto kopi KTP saat mengurus sesuatu. Sebab, masyarakat menjadi khawatir data foto kopi KTP itu setelah tidak digunakan akan disalahgunakan. "Saya sama sekali tidak tahu menahu, tapi kok nama saya muncul menjadi anggota partai PBB. Makanya, begitu mendapat laporan dari teman saya langsung minta klarifikasi ke KPUD," ujar PNS yang menjabat Kasi Humas Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Brebes. 

Sementara, Ahmad Hanfan anggota KPU Brebes yang namanya dicatut sebagai anggota parpol mengatakan, dirinya sudah melakukan klarifikasi terhadap parpol yang bersangkutan. "Saya protes langsung ke PBB karena nama saya dicatut. Saat saya klarifikasi ke pengurus partai, mereka mengaku mendapatkan foto kopi KTP saya dari Kantor Samsat. Saya juga sudah meminta agar foto kopi KTP dibuang," katanya. 

Terpisah, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Brebes, Thamrin kepada wartawan mengaku, langkah itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran di KPUD. Langkah itu berawal dari info teman, yang menyarankan dirinya ke Samsat agar mendapat foto kopi KTP. Sebab, di tempat toko foto kopi Samsat pihaknya bisa mendapatkan foto kopi KPT warga dalam jumlah banyak. Sementara sesuai ketentuan daftar Sipol, pihaknya harus mengumpulkan foto kopi KTP anggota sebanyak 1.759 orang. "Dari tempat foto kopi Samsat ini, saya mendapatkan foto kopi KTP warga lebih dari 100 lembar," terangnya. (bb-07)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KPUD Brebes Bongkar Dugaan Kecurangan Parpol Saat Pendaftaran"

Posting Komentar