Nyaris Ricuh, Sosialisasi Penertiban Bangunan Liar Gagal Digelar

Brebes, Sosialisasi penertiban bangunan liar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), yang digelar di Kantor Balai Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Selasa (17/10), gagal digelar. Hal itu menyusul kegiatan yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana bersama Pemkab Brebes dan aparat keamanan dari TNI serta Polri tersebut nyaris berakhir ricuh.


Awalnya kegiatan berjalan normal, dengan dihadiri ratusan warga dari Desa Larangan dan beberapa desa tetangga. Kondisi mulai memanas saat kegiatan tak kunjung dimulai. Acara molor karena pejabat BBWS datang terlambat. Akibat jenuh menunggu warga akhirnya berangsur bubar. Namun saat warga keluar dari tempat pertemuan di Balai Desa, salah satu warga terpicu emosi karena disebut sebagai provokator. Adu mulut pun terjadi hingga nyaris bentrok fisik antara dua orang tersebut. Beruntung warga lain melerai, dan akhirnya sebagian warga membubarkan diri dari kegiatan sosialisasi tersebut. 

Sementara beberapa perwakilan warga melakukan pertemuan dengan pejabat terkait di ruang kepala desa (Kades).Hasyim, salah seorang warga, meminta pemerintah tidak melakukan penertiban terhadap bangunan warga yang berdiri di 
bantaran sungai. Pemeritah juga diminta tidak semena-mena dalam penertiban tersebut. “Rakyat miskin harus dibela jangan dibantai, jangan digusur,” katanya.

Hasyim mengaku, bersama warga lain menolak adanya penertiban tersebut dan siap melakukan demo besar-besaran. "Saya akan melakukan gerakan politik, akan demo besar-besaran," tandasnya. 

Sementara Camat Larangan, Supriyadi kepada wartawan menuturkan, sosialisasi terpaksa gagal dilaksanakan karena pihak terkait, yakni BBWS Pemali Juana terlambat datang. Warga yang sudah datang tepat waktu untuk mendapatkan sosialisasi terkait normalisasi daerah aliran sungai  pemali menunggu terlalu lama. “Karena panas, resah, sehingga timbul emosi. Kegiatan sosialisasi menjadi gagal, dan akan kita jadwal ulang dan kami akan memanggil kembali warga di lima desa yang ada di wilayah Kecamatan Larangan ini,” terangnya.

Sesuai rencana, sedikitnya ada Sebanyak 1.229 bangunan liar yang berada di sepanjang kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali Hilir akan segera ditertibkan. Bangunan tersebut berada di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.  (bb-07)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nyaris Ricuh, Sosialisasi Penertiban Bangunan Liar Gagal Digelar"

Posting Komentar